home | Corporate | Projects | CSR | Public Company | Career | Contact Us | Site Map

Bintang Indonesia
Jurnalisme Kasih Sayang


Awal tahun 1991 bisnis media massa cetak, khususnya di bidang infotement menunjukkan berkembang yang sangat signifikan. Selain berita-berita politik, ekonomi, budaya dan pendidikian, masyarakat pembaca di Indonesia ternyata juga haus akan informasi-informasi yang bersifat hiburan.

Berangkat dari situlah, pada 5 Maret 1991, lewat PT Subentra Citra Media (anak perusahaan Grup Ciputra)  meluncurkan edisi perdana tabloid Bintang Indonesia. Tabloid ngentren ini dibidani oleh anak-anak muda yang rata-rata berusia di bawah 30 tahun, begitu
optimis akan bisa merebut dan menguasai pasar.

Pada semester pertama penerbitannya, Tabloid Bintang Indonesia menghadapi persaingan cukup ketat oleh media-media infotement yang lebih dulu eksis maupun para pendatang baru. Tapi berkat kegigihan dan semangat pantang menyerah, akhirnya tabloid yang banyak mengulas sisi-sisi kehidupan selebritis ini mulai mendapat tempat di hati masyarakat pembaca di Indonesia. Apalagi setelah nama-nama beken di bidang media massa bergabung, seperti Harry Tjahjono dan Arswendo Atmowiloto, oplah Bintang Indonesia terdongkrak cukup tinggi.

Kemudian pada tahun-tahun berikutnya, tabloid ini perlahan tapi pasti menjadi media referensi terkemuka di bidang infotement. Pembaca memberi tanggapan positif setelah tabloid Bintang Indonesia tampil dengan spirit yang baru. Boleh dikatakan Bintang Indonesia ikut
memelopori lahirnya tradisi baru dalam pemberitaan tabloid hiburan. Kalau dulu berita artis pacaran, tunangan, menikah, melahirkan hanya ditulis kecil, Bintang menampilkan di halaman sampul dengan foto-foto mencolok. Sekarang semua tabloid melakukan itu.

Ketika itulah jargon jurnalisme kasih sayang mulai kami kumandangkan. Para pembaca setia tabloid ini tentu sudah paham apa yang kami maksud dengan jurnalisme kasih sayang. Selain tetap berpegang pada kaidah jurnalistik yang berlaku, dengan konsep itu Bintang Indoneisa hanya berupaya menegaskan sikapnya dalam menulis. Yaitu dengan lebih menunjukkan empati pada sumber berita. Sambil tetap menjunjung tinggi obyektivitas dan independensi.

Sebagai tabloid hiburan dengan fokus utama televisi, ke depan Bintang Indonesia ingin lebih aktif lagi memainkan peran sebagai jembatan yang menghubungkan antara stasiun televisi, pengisi acara (artis) dan masyarakat sebagai penonton. Selain peran itu, lewat rubrik-rubrik
yang kami hadirkan kami juga berupaya terus memelihara dan menyegarkan kembali nilai-nilai yang kami yakini, seperti tentang cinta, perkawinan, keluarga, dan persahabatan.


Copyright © 2005 Ciputra Group. All rights reserved